Tradisi dan Ritual Saat Keberangkatan Haji Multazam

Haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu, dan keberangkatan menuju Makkah menandai awal dari perjalanan spiritual yang mendalam. Salah satu momen yang sangat dihargai dalam tradisi haji adalah keberangkatan menuju Multazam, area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai tradisi dan ritual yang dilakukan saat keberangkatan ke Haji Multazam.

1. Persiapan Spritual

Tradisi haji dimulai jauh sebelum berangkat. Sebelum meninggalkan tanah air, para calon jamaah haji biasanya menjalani berbagai ritual persiapan spiritual. Mereka mengadakan pengajian khusus, memperdalam pengetahuan tentang manasik haji, dan meminta maaf kepada keluarga serta tetangga. Hal ini dilakukan untuk meraih berkah dan meluruskan niat dalam melakukan ibadah haji.

2. Pemberangkatan

Saat hari keberangkatan tiba, biasanya akan diadakan seremonial doa bersama di masjid atau di tempat tinggal para jamaah. Upacara ini dipimpin oleh seorang ulama atau tokoh agama yang memberikan nasihat dan mendoakan keselamatan dan kelancaran perjalanan. Bendera haji sering kali dikibarkan, melambangkan kebanggaan dan kesatuan para jamaah.

3. Menuju Makkah

Selama perjalanan menuju Makkah, para jamaah tetap dalam keadaan ihram, dengan mengenakan pakaian khusus yang bersifat simbolis dan sesuai dengan tuntunan Islam. Perjalanan ini membawa suasana penuh keikhlasan dan rasa syukur. Selama perjalanan, doa dan dzikir dipanjatkan sebagai pengingat akan tujuan sucinya.

4. Saat Tiba di Makkah

Sesampainya di Makkah, jamaah akan pertama kali melakukan Tawaf Qudum, yaitu mengelilingi Ka’bah tujuh kali sebagai bentuk penghormatan. Rasa haru dan kegembiraan umumnya menggelayuti hati setiap jamaah. Mengenakan Ihram, mereka menyambut kunjungan ke rumah Allah dengan sukacita. Pemandangan keramaian penuh warna dari berbagai negara menciptakan suasana universal yang unik.

5. Kunjungi Multazam

Setelah Tawaf, jamaah mengunjungi Multazam. Ini adalah momen yang krusial bagi para jamaah haji. Multazam merupakan area suci yang sangat dimuliakan, di mana dianggap sebagai titik yang memiliki khasiat spiritual. Banyak jamaah yang berdoa di sini, merendahkan diri dan memohon ampunan, rahmat, serta hidayah dari Allah.

6. Doa dan Penerapan

Doa di Multazam adalah bagian dari ritual yang sangat penting. Para jamaah biasanya akan mengangkat tangan dengan penuh harapan. Mereka akan memanjatkan doa-doa pribadi sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Keberadaan tempat ini yang dekat dengan Ka’bah membuat para jamaah merasa bahwa doa mereka lebih dekat untuk diterima.

7. Tradisi Meminta Berkah

Setelah berdoa, ada tradisi meminta berkah dengan menyentuh atau mencium Multazam. Dalam pandangan banyak orang, menyentuh daerah ini diyakini dapat menjadi sarana memperoleh berkah dan keberuntungan selama menunaikan ibadah haji. Para jamaah juga sering bersalam-salaman sebagai tanda silaturahmi, berbagi pengalaman dan saling mendoakan portofolio spiritual masing-masing.

8. Ritual Selesai Memperbanyak Ibadah

Sesudah melaksanakan semua ritual, jamaah akan melanjutkan dengan ibadah wajib haji seperti Sa’i, Wukuf di Arafah, dan lainnya. Selama waktu-waktu ini, mereka teringat kembali akan momen di Multazam, memperkuat niat dan tujuan dalam menjalankan setiap tahapan haji.

9. Perayaan dan Refleksi

Setelah kembali dari Multazam, jamaah akan melaksanakan shalat sunnah dan kembali ke tempat tinggal mereka. Mereka sering menjadikan apa yang terjadi di Multazam sebagai bahan refleksi. Para jamaah memperbincangkan pengalaman spiritual, mengingat kembali momen khidmat di tempat tersebut, dan berharap agar doa-doa mereka yang dipanjatkan diterima oleh Allah.

10. Tradisi Pemberian Tanda Mata

Setibanya di tanah air, sering kali para jamaah akan membawa serta kenang-kenangan dari perjalanan spiritual mereka. Beberapa orang bahkan membagikan kurma atau air zam-zam kepada kerabat sebagai tanda syukur atas keberhasilan menunaikan ibadah haji. Ini menjadi simbol bahwa pengalaman mereka tidak hanya berdampak pada diri mereka, tetapi juga bisa dirasakan oleh orang di sekitar mereka.

11. Pembelajaran dan Penerapan Nilai Haji

Makna perjalanan menuju Multazam tidak berhenti pada momen pulang kampung. Banyak jamaah yang mencoba menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama menunaikan ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya meningkatkan ketakwaan, menjalin silaturahmi yang lebih baik, dan menerapkan ajaran Islam secara lebih mendalam. Perayaan ini bukan sekadar ritual, namun mencakup pemahaman dan komitmen keimanan yang lebih besar.

12. Kesinambungan Tradisi

Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi keberangkatan dan ritual di Multazam tetap terpelihara. Ini semua menunjukkan bahwa haji lebih dari sekadar fisik perjalanan, namun merupakan pengukuhan spiritual yang melibatkan berbagai ritus dan tradisi yang sangat berarti bagi setiap pelaksana. Keberangkatan ke Multazam menjadi saksi bisu bagi perjalanan lebih dari satu dekade, dengan setiap generasi menyalurkan tradisi tersebut kepada generasi selanjutnya.

Menjaga dan merawat tradisi ini adalah tanggung jawab kolektif umat Muslim, yang tidak hanya sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga menghormati warisan spiritual yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu. Hal ini menggarisbawahi pentingnya haji sebagai perjalanan yang memberikan beragam makna dan nilai life-changing bagi setiap pelaksana.