Kenali Waktu Keberangkatan Haji Multazam

Haji Multazam adalah salah satu bagian terpenting dari ibadah haji bagi umat Islam. Multazam mengacu pada kawasan sekitar Ka’bah yang mempunyai kedudukan sangat istimewa. Saat menunaikan ibadah haji, waktu keberangkatan ke Multazam sangat penting untuk memperoleh keberkahan dan nikmat dari Allah SWT. Mengetahui waktu yang tepat untuk kembali ke Multazam membantu jamaah dalam menjalankan ibadah dengan penuh khidmat.

Prioritas Multazam

Berdasarkan hadis, Multazam adalah tempat yang diantara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Tempat ini memiliki berbagai keutamaan. Doa yang dipanjatkan di area ini diyakini lebih cepat dikabulkan oleh Allah. Oleh karena itu, penting bagi jamaah haji untuk mengunjungi dan berdoa di Multazam pada waktu yang tepat, terutama saat berada di Mina atau Arafah.

Waktu yang Tepat Mengunjungi Multazam

Ada beberapa waktu yang strategis bagi jamaah untuk menuju ke Multazam selama pelaksanaan haji. Waktu tersebut meliputi:

  1. Setelah Tawaf: Setelah melakukan tawaf, jamaah biasanya melanjutkan perjalanan menuju Multazam untuk berdoa. Ini adalah momen penting karena tawaf adalah salah satu rukun haji. Pada saat ini, doa yang dipanjatkan akan lebih bermakna dan dipenuhi tanda ketulusan hati.

  2. Pada malam hari: Malam hari di Tanah Suci merupakan waktu yang penuh ketenangan. Banyak peziarah yang memilih mengunjungi Multazam pada malam hari setelah melaksanakan ibadah malam seperti shalat tahajud. Kesunyian malam dapat menambah kekhusyukan dalam beribadah.

  3. Hari-hari Terakhir Haji: Di akhir ritus haji, jamaah disarankan untuk mengunjungi Multazam sebelum melakukan tawaf wada (perpisahan) seiring dengan kekhusukan yang lebih dalam menyambut perpisahan dari Tanah Suci.

  4. Setelah Shalat: Menghadiri shalat di Masjidil Haram dan memanfaatkan momen setelah shalat untuk berdoa di Multazam merupakan waktu yang sangat tepat. Sebaiknya, jamaah menggunakan waktu ini untuk memanjatkan hajat dan permohonan kepada Allah.

Etika Berdoa di Multazam

Ada beberapa etika yang perlu diingat saat berdoa di Multazam, yaitu:

  • Murni hati dan niat: Sebelum berdoa pastikan hati dalam keadaan suci dan niat ikhlas hanya memohon kepada Allah.
  • Mengangkat tangan: Ini adalah sunnah yang dianjurkan. Mengangkat tangan saat berdoa merupakan tanda kekhusukan dan pengharapan kepada Allah.
  • Bersikap sopan: Hormati tempat tersebut dengan tidak berteriak atau berbicara keras. Suasana khusuk membantu menyampaikan doa kepada Allah.

Tips Menghindari Keramaian

Karena Multazam seringkali dipenuhi jamaah, berikut adalah tips untuk menghindari keramaian:

  1. Pantau Jadwal: Ketahui waktu sibuk di Masjidil Haram dan coba pergi ke Multazam saat jam tidak terlalu ramai, misalnya waktu subuh atau setelah shalat isya.

  2. Berkoordinasi: Jika pergi bersama rombongan, pastikan untuk menyusun rencana agar tidak semua anggota rombongan mengunjungi tempat yang sama pada waktu yang bersamaan.

  3. Bersabarlah dan tahan diri Anda: Luangkan waktu yang cukup, karena menunggu di sekitar Multazam untuk mendapatkan tempat berdoa tidak jarang menjadi tantangan tersendiri.

Rangkaian Ibadah Haji Terkait Multazam

Kegiatan di Multazam lebih dari sekadar berdoa. Terdapat serangkaian kegiatan ibadah yang terkait dengan Multazam yang dapat dijalani oleh jamaah haji:

  1. Tawaf: Melaksanakan tawaf di Ka’bah menjadi kunci untuk memiliki motivasi yang kuat dalam berdoa di Multazam.

  2. Sa’i: Melakukan sa’i antara Safa dan Marwah setelah tawaf, sambil merenungkan makna dari perjalanan tersebut. Ini merupakan simbol pengharapan dan ketekunan.

  3. Terjebak di Mina: Jamaah haji disarankan untuk melakukan mabit di Mina. Dalam perjalanan ini, mereka harus memanjatkan doa multiple kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan berhaji.

  4. Wukuf di Arafah: Momen ini adalah puncak ibadah haji, dan menjadi waktu yang tepat untuk memohon kepada Allah. Setelah wukuf, jamaah dapat meluangkan waktu untuk berdoa di Multazam saat kembali ke Masjidil Haram.

Menciptakan Suasana Khusuk

Agar doa di Multazam lebih terkabul, penting untuk menciptakan suasana khusuk. Berikut beberapa cara untuk mencapainya:

  • Zikir dan Tahmid: Memperbanyak zikir dan tahmid sebelum berdoa dapat meningkatkan koneksi spiritual dengan Allah. Ini menyiapkan hati untuk lebih menerima cahaya petunjuk-Nya.

  • Menatap: Renungkan setiap nikmat yang telah diberikan selama pelaksanaan ibadah haji. Ini dapat membantu jamaah untuk lebih menghargai momen-momen saat berdoa.

  • Menghindari Perbuatan Makruh di Sekitar Multazam: Sebaiknya, pastikan untuk tidak melakukan hal-hal yang makruh di dekat tempat suci ini sesuai ajaran agama Islam.

Peralatan dan Persiapan

Dalam merencanakan kunjungan ke Multazam, walaupun sederhana, pastikan untuk mempersiapkan beberapa hal secara fisik dan mental:

  1. Kesimbangan Raga: Pastikan tubuh dalam keadaan prima; cukup tiduran dan makan sehingga tidak lelah saat berdoa.

  2. Doa Khusus: Siapkan beberapa doa spesifik yang ingin dipanjatkan. Meskipun doa dalam bahasa apapun diterima, mempersiapkan doa dalam bahasa Arab sering kali terasa lebih intim.

  3. Buku Pegangan: Membawa buku panduan atau catatan ibadah haji dapat membantu dalam mengingat bacaan-bacaan dan rekomendasi doa yang perlu diucapkan saat berada di Multazam.

  4. Aksesori Kontrol Suara: Menggunakan earphone atau pelindung suara juga membantu melindungi diri dari kebisingan tanpa mengalienasi diri dari suasana sosial.

Dengan memahami cara dan waktu yang tepat untuk berdoa di Multazam, jamaah bisa mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam, mendekatkan diri kepada Allah melalui proses ibadah yang sempurna.